Mahasiswa Baru ditelantarkan Himpunan
oleh Dea Rokhmatun Iradewa
Penerimaan mahasiswa baru tahun 2009 telah dilakukan beberapa saat yang lalu, tepatnya hari ini beberapa waktu yang lalu baru saja dilakukan penutupan MIMOSA (OPSEK) UPI tahun 2009. Namun mari kita lihat, ada yang berbeda dari mimosa tahun ini. Pelaksanaan MIMOSA tahun ini mendapat reaksi berbeda dari beberapa himpunan mahasiswa. Konon katanya REMA sebagai himpunan mahasiswa tertinggi di UPI tidak mendukung MIMOSA dan MEMBOIKOT pelaksanaannya
Sebelumnya, mari batasi pembicaraan ini pada lingkungan MIPA dan ILKOM. Seperti diketahui bersama, pelaksanaan mimosa akhirnya iambil alih oleh pihak universitas. Di MIPA saja, jelas terlihat beberapa dosen sampai dekannya saya lihat sejak hari pertama mimosa memakai name tag fasilitator MIMOSA. tapi benarkan himpunan mahasiswa benar-benar tidak mendukung MIMOSA tahun ini?? Tidak semua, kalau ditinjau, masih banyak beberapa HIMA yang antusia enyambut anggota keluarga barunya, banyak HIMA yang menyiapkan acara sedemikian rupa untuk mengenalkan mahasiswa barunya dengan himpunan mereka, kegiatan kemahasiswaan dan fasilitas kampus. bagaimana dengan Ilmu Komputer?? Silahkan tanyakan pada Mahasiswa Baru Ilmu komputer, karena mereka yang merasakannya.
Pari sudut pandang saya sebagai pemerhati yang ditak aktif secara langsung di Himpunan (baca : KEMAKOM = Keluarga Mahasiswa Komputer), saya merasa kalua himpunan saat ini nyaris tidak melakukan kegiatan berarti dalam MIMOSA saat ini dalam kapasitasnya sebagai himpunan mahasiswa. Mungkin karena terpengaruh sikap REMA sebagai “atasan” mereka. Tapi ya bodoh lah kalau mahasiswa baru sampai tertelantarkan seperti itu.
KERUGIAN
Mari bandingkan kegiatan tahun ini dan tahun kemarin!! Saya masih ingat ketika tahun lalu ada acara presentasi danĀ tanya jawab dengan ketua jurusan, BEM (Hima), DPM, UKK bahkan komunitas. (khusus Ilmu Komputer). Tahun ini adakah kegiatan itu?? Entah, saya kurang tahu apakah tadi diadakan kegiatan tersebut atau tidak.
Apa yang terjadi kemarin cukup membuat saya “marah”, banyak waktu kosong yang tidak dimanfaatkan oleh himpunan entah karena idealisme atau kebodohan mereka.
Silahkan pikirkan siapa yang dirugikan jika kegiatan orientasi himpunan tidak dilaksanakan?? Bukan hanya mahasiswa baru yang jelas akan kebingungan tentang himpunannya sendiri, tapi juga himpunan dan UKK yang jelas kehilangan kesempatan emas untuk memperkenalkan diri.
Bagi saya, kesan pertama begitu menggoda dan menentukan pandangan saya selanjutnya. Dan jika menjadi mahasiswa baru, kesan pertama saya adalah merasa ditelantarkan himpunan
Dea Rokhmatun Iradewa
Eks-Advokasi Kemakom
Related posts :






Sebelum kegiatan perkuliahan umum saya sebagai kaprodi sudah mengontak BEM Ilkom agar tetap terlibat. Tetapi kalau mereka tidak mau terlibat ya itu sudah pilihannya.
Untuk FPMIPA, setahu saya fakultas menawarkan hari senin tgl 31 untuk diisi. Tetapi katanya karena BEM fakultas lain tidak mendapat hal yang sama, mereka menolak.
Iya pa, justru itu yg saya sesalkan, kenapa ada kesempatan tidak dimanfaatkan. Berbeda dengan teman teman di FIP yg memanfaatkan penawaran fakultas.
Untuk MIPA, sudah dibicarakan dg fakultas, akan bekerjasama dg ICT Merdeka, insyaAllah tgl 12 akan mendatangkan Ir. Cahyana Ahmadjayadi dr Depkominfo. Pemateri sudah dikonfirmasi dan bersedia datang.
wahh… ada tulisan eks-advokasi dipasang, jadi malu nih saya sebagai advokasi pengganti…
nggak nyangka bakal kayak gini de, saya kira akan berjalan mulus seperti tahun2 sebelumnya,, saya juga dapet sms2 nih ttg hal itu…
ea kang,..sebagai maru kami merasa d telantarkan…mana yg jd pengampu pengganti na galak n judes pisan..huhft…
apalah artinya cinta…apalah artinya sayang..jika hanya perkataan belaka..