Cemas? Tersenyumlah!
Satu hal yang cukup menarik ketika kemudian perasaan yang satu ini datang pada pikiran kita, Kecemasan. Saya cukup tertarik untuk membahas masalah ini, bukan karena saya tidak pernah cemas namun sebaliknya karena saya merasa makhluk yag satu ini sering hinggap di pikiran saya. Tapi masalahnya kemudian adalah bagaimana kita mengontrol dan mengendalikan kecemasan kita
Kata cemas berbanding terbalik dengan kata tenang. Dan menariknya, pada kenyataannya orang akan lebih menyukai orang yang terlihat tenang karena ketenangan merefleksikan kepercayaan diri dan kebahagiaan yang jika diruntut akan berujung pada rasa syukur. Ketika berada didekat orang yang bersikap tenang kecenderungannya kita akan terbawa dalam ketenangan, seperti halnya kebahagiaan kita senderung senang berada bersama orang yang sedang senang. Saya meyakini hal ini sebagai peristiwa resonansi jiw Continue reading “Cemas? Tersenyumlah!” »













Komentar